June 27, 2013

Warung Lela #day10




Sebenernya ngga tau pasti track ke tempat ini secara perginya abis magrib. Jalanan udah gelap dan penunjuk arah pun otomatis ngga jelas. Jadi saya hanya mengandalkan sang navigator yaituuuu Icih. Hehe. Seinget saya kita melewati jalan Tubagus Ismail kemudian masuk perumahan dosen Unpad. Nah, selanjutnya hanya inget kalo jalannya belok-belok dan naik turun. :p

Singkat cerita, kita pun sampai di Warung Lela. Tempat duduk yang kita pilih letaknya di bawah karena dari sana kita bisa melihat city light yang kelap-kelip warna warni. Suasananya homy banget dan bikin betah lama-lama nongkrong di sini.

Kalau soal makanan, WaLe mengandalkan Mie Bakso. Harga yang ditawarkan untuk aneka bakso dan mie ayam mulai dari Rp 19.000 sedangkan untuk menu nasi mencapai Rp 27.500. Berhubung lighting yang kurang memadai alias remang-remang, kita ngga bisa foto dua mangkok besar mie yamin pesanan kita.

Untuk teman-teman yang mau mencicipi silahkan datang langsung ke TKP ya. Alamatnya  Jl. Kupa No.6, Kompleks Rancakendal, Bandung. Kalau tersesat di tengah jalan, aktifkan GPS-nya (Gunakan Penduduk Sekitar) a.k.a. nanya orang. :p

June 24, 2013

Lisung the Dago Boutique Resto #day9

Alamat: Jl. Dago Pakar Timur III Ciburial Cimenyan Bandung Jawa Barat  Indonesia
Telefon: +62 22 2536225

Lisung letaknya bersebelahan dengan Selasar Sunaryo. Resto ini juga salah satu tempat ngopi paling asik di Dago. Nah di sini berbeda dengan Selasar Sunaryo yang hanya menawarkan kopi dan makanan ringan. Lisung juga menyuguhi pengunjung dengan main course yang beragam. Salah satu andalannya adalah nasi bakar koempeni. Harga juga tergolong standar, tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal. Tapi ya kalo tiap hari ke sini bangkrut juga. Hehe.

Viewnya luar biasa menakjubkan jika kita duduk santai di pinggir teras yang letaknya agak ke bawah. Tapi sayang saat saya ke sana, tempatnya udah duluan di-book sama pasangan-pasangan yang ... mmmhhh merasa tempat itu milik mereka berdua -- secara ya rangkul-rangkulan gitu, duduknya mepet-mepet kayak di angkot. Jadi yang ingin menikmati night view kota Bandung lebih baik datangnya sekitar jam empat sore -- tapi nggak jamin juga :p.


Selasar Sunaryo Art Space #day8

Alamat: Jl. Bukit Pakar Timur No. 100, Bandung

Patokannya kalo udah liat plang Sierra Cafe, nah langsung belok kiri. Luruuuus terus ke atas sampe nemu Selasar Sunaryo yang ada di sebelah kiri jalan. Tempatnya adem banget, asik buat nongkrong berjam-jam.
Harganya standar lah IDR 10K - 30K.


June 21, 2013

WANDANSARI bukan WANDASARI #day7


"What's in a name? that which we call a rose by any other name would smell as sweet."

Begitulah kutipan dari Juliet Capulet dalam Roman terkenal karya William Shakespeare. Yah apalah arti sebuah nama. Tapi menurut saya, nama itu begitu penting.

Pernah seorang mahasiswa di tempat saya mengajar dengan salah menulis nama belakang saya.

“Tantri Wandasari”.
“Pake N ya, WandaNsari.” -- entah ini kalimat ke berapa ribu kali tiap seseorang menyebut nama saya. Selalu begitu, salah mulu!
“Artinya emang apa bu Wandansari teh?”

Eaaaa saya pun bengong sepersekian detik. Jujur sering bingung kalau ditanya begitu karena saya tidak tahu pasti asal muasal nama yang bapak saya anugerahkan itu.

Sejak jaman saya SD juga udah sering misspelled. Selalu dengan meniadakan N di antara ‘Wanda’ dan ‘sari’. Kagok gitu yah? Akibatnya saya pun bolak-balik minta dibenerin kayak rapot, piagam dan sebagainya.

Seingat saya, saya pernah menanyakan ini pada bapak saya dan beliau bilang:

“Wandansari itu seorang putri. -- halah beurat euy! -- adiknya Sultan Agung dari Mataram. Dia juga senopati perempuan dan menikah dengan Pangeran Pekik Adipati dari Surabaya.

Dengan ber-ooh panjang, rasa penasaran saya pun hilang. Yah, memang bapak saya itu penggemar cerita kolosal macam kerajaan-kerajaan Islam, Hindu, Budha. Ngga heran nama saya terinspirasi dari salah satu tokohnya.

Ah jadi kepikiran juga, nanti kalau saya punya anak, saya mau kasih nama yang berbau kerajaan-kerajaan Indonesia. It sounds cooool!!! :)

June 20, 2013

BPKB dan Campur Tangan Allah #day6


Teringat 2 bulan yang lalu, saya dimintai tolong oleh teman dekat saya untuk mengambil BPKB mobil kakaknya di sebuah dealer mobil buatan Jepang. Loh kok saya? Bukannya BPKB itu hanya boleh diambil oleh orang yang namanya tertulis di sana? Lagian saya kan bukan siapa-siapa teman saya itu -- maksudnya saya kan cuma teman, bukan keluarga.

Jadi singkat cerita, karena sesuatu hal yang mengakibatkan kakaknya tidak bisa mengambil secara langsung, saya diminta mengambilkan BPKB karena wajah saya dibilang mirip dengan kakaknya. Saya pernah bertemu dengannya dan mencoba mengingat lagi seperti apa wujud kakak teman saya itu.

HAAAAAAHHH mirip dari mananyaaaa atulaaaah? Saya ini kurus, tinggi, langsing dan kakak teman saya itu badannya 2 kali lipat dari saya. Dari segi wajah juga kata saya mah jauuuuh pisaaaan. Tapi setelah ditelaah lebih lanjut, akhirnya saya menemukan kesamaan yaitu… *jengjengjengjeng*

…kulit putih dan cantik! :))))))) *jangan muntah yaaa pliiiis* *becanda kok*  

Untuk mengambil BPKB diperlukan KTP yang mana di situ ada fotonya kan ya?! Tapi, untungnya foto di KTP itu kan cuma pas foto 2x3 ya bukan foto close up seluruh badan. Kebayang kalo gitu. Haha.

Yah pokoknya akhir cerita BPKB berhasil ada di tangan saya, dan kemudian saya serahkan kepada teman saya.

Prosesnya tidak sampai 10 menit. Saya hanya harus menyerahkan KTP kepunyaan kakak teman saya, tanda tangan di bukti tanda terima dan mengecek kelengkapan BPKB. Iya hanya itu. Ngga pake tanya ini itu seperti yang saya takutkan -- yang kalau ditanya pun saya sudah siap karena sudah latihan dengan scenario yang diberikan. Hehe.

Saat melangkah keluar dealer dan melihat barang berharga itu di tangan saya, ingin deeeeh salto sambil kayang. Serius seneng banget. Seneng banget akhirnya berhasil menolong teman saya. :)

Nah, apa hubungannya dengan campur tangan Allah?

Coba deh pikir lagi, betapa beruntungnya saya ngga ketemu sama Salesman yang dulu jual mobilnya, kalau ketemu gagal semua rencana yang udah disusun. Terus KTP harus asli kan? Yang saya bawa mah fotokopian, burem pulak! Tanda tangan juga ngga mirip-mirip amat sama yang asli – iyalah maklum lha wong belajar tanda tangan orang lain hanya satu jam.

Usut punya usut, sebelum saya ngambil BPKB, saya sempatkan solat dhuhur dulu di masjid terdekat, ketika keluar masjid saya serahkan sebagian rejeki saya ke dalam kotak amal. Lalu, saat di jalan, ada seorang nenek yang meminta untuk disebrangkan jalan. Saya tolonglah nenek itu. Padahal ya saya cuma nolong nyebrangin aja, tapi beliau ini ngucapin terima kasihnya kayak abis dikasih duit seratus juta.

Setelah flashback, oooh ini mungkin pertolongan Allah teh. Saya dikasih kemudahan ngambil BPKB -- yang saya kira bakal menemukan banyak hambatan. Terlepas benar atau tidaknya saya percaya Allah akan menolong kita kalau kita juga menolong sesama.

Terima kasih ya Allah atas pertolonganMu hari itu.

Hikmah dari peristiwa ini adalah bahwa:

1.    sebenarnya BPKB bisa diambil oleh keluarga dengan adanya surat kuasa. -- Hadeuh tau gt mah ngga usah repot-repot bikin skenario. Bukan saya menyesal loh ya, beneran saya seneng bisa nolong temen saya. Sumpah!
2.    Menolong seseorang dengan ikhlas pasti akan diganjar kemudahan yang luar biasa dari Allah.
3.    Bukan bermaksud cerita sok baik nolong orang atau riya ya, tapi ini mah jadi contoh aja dan memberi semangat untuk menolong sesama. Sekecil apapun pertolongan yang kita berikan, Allah akan catat. Dan pasti akan dibalas, cepat atau lambat. -- Dan dalam kasus saya tadi Allah balesnya cepet banget. :)

Yak, sekali lagi bukan niatan saya untuk riya. Selamat menolong sesama ya dan selamat menerima keajaiban dari Allah! :D

And …

CASE CLOSED.

Ash to Ash, Dust to Dust

Beberapa hari kemarin saya tidak memposting dikarenakan ada incident pacar adik saya meninggal dunia pada 8 Juni 2013 lalu. :( Mood untuk menulis seakan menguap sebab rasa duka yang masih mendalam.

Semoga tenang di sana ya. Allah SWT pasti menempatkanmu di tempatNya yang terbaik. Terima kasih selama tiga tahun terakhir ini telah menjaga adik saya. Selamat jalan. :'(

June 07, 2013

#jodoh #nikah #day5


“Itu teh kayak tujuan hidup. Tapi kita ngga pernah tau kapan, di mana, siapa.”

Larasati Ayuningsing, 25 tahun, sudah menikah

Merinding bacanya, untung ngga sampe nangis. Terima kasih nasehat-nasehatnya, teman. :)

PS: Hashtag judul di atas sekarang sedang jadi trending topic dalam timeline hidup saya setahun belakangan ini. Well, banyak juga kan yang kayak saya? *cari temen* :)))

Sabar aja lah ya. :)