November 09, 2013

Berganti Peran

--Kelas Media Pembelajaran, pukul satu lewat, dan saya kelaparan--

Mahasiswa deretan paling depan memperhatikan dengan sungguh-sungguh dan antusias ketika salah seorang temannya sedang memperagakan media yang ia bawa. 
Tapi tidak sedikit pula yang menatap kosong ke depan. Pikirannya sudah melanglang ke kantin depan kampus sepertinya.
Lain halnya dengan dua orang di barisan tengah. Mereka saling berbisik lalu tertawa sembunyi-sembunyi.
Kemudian seseorang di bangku paling belakang terlihat curi-curi pandang ke bawah dan tersenyum simpul: membaca pesan pendek dari sang pujaan hati dari gelagatnya ini mah.
Di pojok kelas, dua orang mahasiswa paling masa bodoh dengan lingkungan sekitar terlihat bosan dan menahan kantuk.

Ah tiba-tiba saya rindu masa-masa kuliah dulu. Kuliah S-1 tentu saja, ketika saya seumuran mereka. Saya tipe mahasiswa akademis dan sedikit hedonis. Di kelas, saya termasuk mahasiswa yang rajin mengerjakan tugas dan menganggap IPK adalah segala-galanya. Dengan kata lain, saya selalu belajar mati-matian menjelang ujian atau di waktu senggang sekalipun. Tapi, keakademisan saya juga patut dipertanyakan. Kenapa? Karena saya selalu menghindari bangku paling depan, wilayah strategis dosen untuk melempar pertanyaan atau sekedar tatapan. Menurut saya, posisi teraman ya di tengah! Kalau bisa orang yang duduk depan saya badannya lebih jangkung dan lebih besar ketimbang saya. Jadi saya terbebas dari pandangan dosen sebagai sasaran. Hehe. Ruang gerak saya untuk ngobrol dengan teman sebelah juga lebih fleksibel. Kalau si dosen sudah terlihat membosankan maka perbincangan 'nanti makan di mana?' pun dimulai. Kadang saya main SOS saking hampir mati kebosanan. Eh main tebak-tebakan jodoh-kita-siapa-mobilnya-apa-rumah-di-mana juga sering. Ini sih kalo tipe dosennya sebodo-amat-mahasiswa-gue-mau-ngapain. Hahahaha. Yes, it was silly and did happen.

Salah seorang mahasiswa nyeletuk dan membuat seisi kelas dipenuhi tawa. Lamunan saya tentang masa muda itu pun buyar. --berasa udah tua banget yak :p.

Lagi-lagi celetukan-celetukan mahasiswa saya mengingatkan teman-teman seperjuangan dulu, Dik C 2006 alias Hardliners. Ah si X teh mungkin si ini yang suka cari perhatian, si Y teh si itu yang bodorannya walaupun simpel tapi selalu berhasil membuat saya tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut, si Z teh si dia kali ya yang suka ngegombalin. Hal lain yang bikin kangen adalah duduk-duduk lesehan bareng teman sekelas di pinggir jurusan. Tidak akan bergerak kalau belum ada yang mengusir. Bergosip sambil menunggu kelas selanjutnya. Dan kadang akan bertindak heboh kalau si kecengan tiba-tiba muncul. Kalau dosen mendadak tidak hadir, saya dan lainnya akan bersukacita kemudian kabur ke kosan untuk nonton DVD atau melarikan diri ke Ciwalk untuk makan atau nonton film terbaru.

Sudah dua tahun berlalu, posisi saya tergantikan oleh mereka-mereka yang duduk di kelas saya. Saya pun berganti peran menjadi seorang dosen yang kehadirannya akan didambakan atau malah ketidakhadirannya akan disambut sukacita oleh mahasiswa seperti saya dulu.

Yaaah roda kehidupan berputar, saya dulu seperti mereka dan sekarang harus move on. :)

1 comment:

  1. kayanya yang bikin lamunan ibu buyar pas restian maju ia bu yang nyeletuk bilang *udah sore* ibunya mau pulang :D
    tenyata sama banget ia bu, aq juga suka ngerumpi kalo udah mati gaya sangking bosennya hhaha

    ReplyDelete