July 24, 2018

Mengenal KonMari, Seni Beberes ala Jepang


https://www.hardcovershoponline.com
Sudah dengar istilah KonMari? KonMari baru saja booming sejak setahun yang lalu di Indonesia. Dikenalkan oleh Marie Kondo dalam bukunya yang berjudul "The Life-changing Magic of Tidying up", KonMari menjadi cara paling efektif dalam decluttering dan organizing barang-barang di rumah. Banyak netizen - baik di Indonesia maupun seluruh dunia - yang telah mengadopsi metode KonMari saat berbenah. Hal ini terlihat dari postingan di Instagram dengan hashtag #konmari, khususnya ibu-ibu jaman now, termasuk saya. Mereka berlomba-lomba menunjukkan perubahan positif setelah beres-beres dengan metode asal Jepang ini. Kegiatan berbenah menjadi lebih mudah, cepat dan tentunya menyenangkan.

 
Menurut sensei Marie Kondo, kunci utama sebelum berbenah adalah mindset. Yup, MINDSET! 
"Shock your mindset and change it completely."  Begitu kata Marie Kondo dalam buku best seller-nya. Kita harus memperkuat pola pikir misalnya terus menerus sounding ke diri sendiri bahwa kita harus disiplin dan konsisten dalam meletakkan barang-barang di rumah karena itu yang bisa membuat rumah rapi. Semuanya memang butuh proses, perlahan namun pasti.

Kunci penting berikutnya adalah mengumpulkan barang berdasarkan kategori dalam satu tempat sekaligus. Hal ini untuk menyadarkan bahwa itulah barang yang dimiliki selama ini. Adapun kategori-kategori tersebut sesuai urutannya adalah sebagai berikut:
1. Clothes
2. Books
3. Papers/Documents
4. Komono (miscellaneous items)
5. Sentimental items

Setelah itu, mulailah dengan memilih barang yang ingin disimpan (spark joy), sisanya bisa di-recycle atau dihibahkan. Standar 'spark joy' sendiri yaitu barang yang ketika disentuh mendatangkan energi positif bagi pemiliknya (Marie Kondo menyarankan untuk menyentuh semua barang yang ingin kita sortir). Marie Kondo menggunakan kata 'pensiun' untuk barang-barang yang telah tidak terpakai. Dalam videonya, ia juga berterimakasih pada barang-barang tersebut karena telah berperan dan bermanfaat di kehidupannya.  Ya, memang pada dasarnya metode KonMari ini kita diajak untuk menghargai hal-hal kecil sehingga mendatangkan kebahagiaan.

Selama ini saya ternyata salah, selalu fokus pada barang yang ingin dibuang dan itu malah membuat diri jenuh, cepat lelah juga stressful ketika proses berbenah. Saya sudah mulai berKonMari sejak tiga bulan lalu. Peralatan masak di dapur saya simpan berdasarkan jenisnya sehingga mudah dicari. Selama ini sering kali kebingungan mencari alat masak tertentu. Proses beberes di rumah juga menjadi lebih cepat. Tapi yang disayangkan adalah saya masih kurang konsisten menaruh barang tidak pada tempatnya sehingga rumah kerap berantakan kembali. Semoga dengan belajar KonMari ini, saya bisa memupuk konsistensi dan disiplin dalam diri saya dalam hal berbenah.

Nah, menyadari ada yang salah dengan metode KonMari yang saya gunakan, saya pun ikut intensive classnya Komunitas KonMari Indonesia yang dimulai bulan Juli hingga September. Cerita selengkapnya akan saya bagikan di postingan berikutnya.

No comments:

Post a Comment